Fungsi Terbilang Dalam Rupiah (Visual Basic)

Public Function Terbilang(Angka As Double) As String Dim strJmlHuruf$, intPecahan As Integer, strPecahan$, Urai$, Bill$, strTot$, Bil2$ Dim X As Integer, Y As Integer, z As Integer Dim Bil1 As String If IsNull(Angka) Then Terbilang = "" Exit Function ElseIf Angka = 0 Then Terbilang = " NOL RUPIAH" Exit Function ElseIf Angka < 0 Then Terbilang = "MINUS " & Terbilang(Abs(Angka)) Exit Function End If strJmlHuruf = LTrim(CStr(Angka)) intPecahan = Val(Mid(CStr(Round(Angka - Int(Angka), 2)), 3, 2)) If (intPecahan = 0) Then strPecahan = "" Else strPecahan = LTrim(Str(intPecahan)) + "/100 " strJmlHuruf = LTrim(CStr(Int(Angka))) End If X = 0 Y = 0 Urai = "" While (X < Len(strJmlHuruf)) Bil1 = "" Bil2 = "" X = X + 1 strTot = Mid(strJmlHuruf, X, 1) Y = Y + Val(strTot) z = Len(strJmlHuruf) - X + 1 Select Case Val(strTot) Case 1 If (z = 1 Or z = 7 Or z = 10 Or z = 13) Then ...

PENYELEKSIAN KONDISI

Penyeleksian     kondisi adalah  salah    satu      elemen  algoritma yang paling sederhana. Penyeleksian kondisi memungkinkan  suatu    pernyataan dieksekusi   hanya   jika kondisi terpenuhi atau tidak terpenuhi.




A.     Pernyataan if .. then

Pernyataan  if digunakan untuk menguji sebuah kondisi. Bila kondisi yang diuji terpenuhi, program akan menjalankan pernyataan-pernyataan tertentu; dan bila kondisi yang diuji salah, program akan berhenti dan tidak menjalankan apapun. Bentuk umum pernyataan if adalah sebagai berikut:
If kondisi
(pernyataan-pernyataan yang dijalankan
jika kondisi terpenuhi)


kondisi sendiri  merupakan   suatu ekspresi bertipe Boolean, artinya hanya dapat bernilai benar (true) atau salah (false). Contoh :

if (x>0) then
writeln(‘x bilangan positif’)

Program ini akan menuliskan ‘x bilangan positif’ jika variable  x lebih besar daripada  0 dan akan berhenti atau tidak menjalankan pernyataan apapun jika x < 0.


B.     If tersarang (nested If)

Struktur If tersarang  merupakan bentuk dari suatu statement If berada di dalam lingkungan statemen If yang lainnya. Bentuk statement If tersarang sebagai berikut :



if kondisi1 then
begin
if kondisi2 then
begin
statemen1
end;
else statemen2
end;
 Else

  Statement3;



C.    Penyataan if .. then .. else ..

Pernyataan if..else digunakan untuk menguji sebuah kondisi. Bila kondisi yang diuji terpenuhi, program akan menjalankan pernyataan-pernyataan tertentu; dan bila         kondisi yang diuji salah, program akan menjalankan pernyataan-pernyataan lain. Bentuk umum pernyataan if..else adalah sebagai berikut:


if   kondisi then
Begin
(pernyataan-pernyataan yang dijalankan jika kondisi terpenuhi)
End
Else
Begin
(pernyataan-pernyataan yang dijalankan jika kondisi TIDAK terpenuhi)
End


Contoh:

if (x>0) then
writeln(’x bilangan positif’)
Else
writeln(‘x BUKAN bilangan positif’);


Program ini akan menuliskan ‘x          bilangan positif’ jika      variable x lebih besar daripada 0 dan menuliskan ‘x BUKAN bilangan positif’ jika x lebih kecil atau sama dengan 0.
Pernyataan if .. else di atas tidak diletakkan diantara kata kunci begin dan end, karena pernyataan yang diekskusi hanya satu baris, sedang untuk pernyataan  lebih dari          satu      baris     maka    wajib diletakkan di antara kata kunci begin dan end.



D.   Pernyataan if .. then .. else if .. then .. else .. 

Dalam kasus-kasus tertentu, terdapat kondisi lebih dari dua yang  tidak dimungkinkan menggunakan pernyataan if..else. Oleh sebab itu, untuk menangani kasus tersebut digunakan pernyataan if..else if. Contoh:
if (x>0) then
writeln (‘x bilangan positif’)
else if (x<0) then
writeln (‘x bilangan negatif’)
else
writeln (‘x adalah nol’);

Pada contoh di atas, mula-mula program mengecek nilai x > 0 atau tidak. Bila kondisi ini terpenuhi program        akan     menulis ‘x bilangan positif’. Sebaliknya bila tidak terpenuhi, program akan menjalankan pernyataan if kedua untuk mengecek nilai x < 0 atau tidak. Bila kondisi ini terpenuhi program akan menulis ‘x bilangan negatif’. Dan bila tidak terpenuhi, program menulis ‘x adalah nol’.


E.    Pernyataan Case

Penyataan case digunakan untuk menyederhanakan kontruksi if..else if yang terlalu banyak. Bentuk struktur dari case - Of:
case Variabel Kondisi of
case – Label 1; Statement 1;
case – Label 2; Statement 2;
case – Label 3; Statement 3;
case – Label 4; Statement 4;
........
........
case – Label n ; Statement n ;
end ; { end dari case }

Contoh:

if (x = 0) then
writeln (‘x bernilai nol’)
else if (x = 1) then
writeln (‘x bernilai 1’)
else if (x = 2) then
writeln (‘x bernilai 2’)
else if (x = 3) then
writeln (‘x bernilai 3’)
else
writeln (‘x tidak bernilai 0, 1, 2, ataupun 3’);

Program di atas dapat diganti menjadi lebih ringkas dan mudah dibaca dengan program berikut:

case x of
0 : writeln (‘x bernilai 0’);
1 : writeln (‘x bernilai 1’);
2 : writeln (‘x bernilai 2’);
3 : writeln (‘x bernilai 3’);
Else
Writeln (‘x tidak bernilai 0, 1, 2, ataupun 3’);
end;

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fungsi Terbilang Dalam Rupiah (Visual Basic)

Soal Dan Jawaban Final Algoritma